Siswa menggunakan stasiun komputer desktop di ruang kelas

Keamanan Siber dalam Pendidikan

Meningkatkan keamanan siber adalah prioritas utama bagi organisasi di semua industri, tetapi sangat penting di sektor pendidikan untuk membantu melindungi privasi mahasiswa dan fakultas.

Takeaways Keamanan Siber

  • Serangan siber tidak hanya membahayakan keselamatan dan keamanan guru dan administrasi sekolah, tetapi juga privasi siswa di K-12 dan pendidikan tinggi.

  • Beberapa undang-undang negara bagian mengatur privasi siswa dan perlindungan data di sekolah K-12. Tetapi di pendidikan tinggi, siswa harus berpikir tentang menjaga keamanan data pribadi mereka dan bagaimana sekolah mereka dapat membantu melindungi mereka dari serangan siber.

  • Kebersihan keamanan sangat penting bagi siswa yang lebih muda yang sedang belajar bagaimana menjadi aman saat online. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memiliki perangkat dengan fitur keamanan berbasis perangkat keras yang kuat.

author-image

Oleh

Mengapa Keamanan Siber Penting dalam Pendidikan?

Keamanan siber sangat penting dalam lingkungan bisnis apa pun, tetapi terutama dalam pendidikan. Serangan siber tidak hanya membahayakan keselamatan dan keamanan guru dan administrasi sekolah, tetapi juga privasi siswa — terutama anak di bawah umur di institusi K-12. Saat ini jutaan siswa belajar melalui teknologi di lingkungan hibrida, jarak jauh, atau di dalam kelas, itulah sebabnya menjaga perangkat mereka tetap aman sangat penting untuk pengalaman belajar siswa dan pekerjaan guru.

Insiden Cyber Umum

Sektor pendidikan mengalami peningkatan luar biasa dalam serangan siber selama pandemi COVID-19 karena semakin banyak orang mulai menggunakan perangkat yang terhubung untuk sekolah. Sekolah K-12 mengalami berbagai insiden, mulai dari ransomware, pelanggaran data, hingga phishing.1

Catatan: "Lainnya" mencakup malware, invasi rapat, serta perusakan situs web dan media sosial.

Statistik tambahan ini hanya menyikat permukaan mengapa cybersecurity sangat penting dalam pendidikan.

  • Satu dari tiga perangkat pendidikan berisi data sensitif.2
  • Dalam sebuah penelitian terhadap 5.400 pengambil keputusan TI di 30 negara, sektor pendidikan adalah yang paling mungkin mengakui kelemahan keamanan.3
  • 44% manajer TI di sektor pendidikan mengalami serangan ransomware. Ini adalah tingkat serangan tertinggi dibandingkan dengan berbagai industri lain seperti perawatan kesehatan, TI, dan pemerintah daerah.3
  • 87% lembaga pendidikan telah mengalami setidaknya satu serangan.4
  • Di antara semua industri, sektor pendidikan adalah salah satu yang paling tidak aman, dan sekolah adalah target paling menguntungkan kedua untuk ransomware.4

Keamanan siber di K–12 dan Pendidikan Tinggi

Keamanan siber sedikit berbeda antara K-12 dan pendidikan tinggi tetapi sama pentingnya. Menjaga keamanan informasi siswa sangat penting bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun di institusi K-12. Meskipun Undang-Undang Hak dan Privasi Pendidikan Keluarga (FERPA) tahun 1974 melindungi catatan siswa, sekolah K-12 tidak diharuskan untuk mengadopsi protokol keamanan khusus. Beberapa negara bagian memiliki undang-undang individual yang melindungi siswa secara online, seperti Student Online Personal Information Protection Act (SOPIPA) di Amerika Serikat,5 tetapi undang-undang ini tidak ditegakkan di tingkat federal, sering kali meninggalkan staf TI distrik sekolah untuk melindungi data dan privasi siswa dan guru.

Di pendidikan tinggi, mahasiswa dan fakultas biasanya membawa perangkat mereka sendiri, yang memerlukan keamanan tambahan dan uji tuntas individu. Mahasiswa dan fakultas tidak hanya harus berpikir tentang menjaga keamanan data pribadi mereka, tetapi juga merasa yakin dengan institusi mereka yang menjaga privasi mereka tetap aman. Ini juga sangat penting bagi siswa dan guru yang berkeliling kampus dan menyelesaikan pekerjaan mereka di dalam dan di luar kampus, seperti di laboratorium penelitian di luar lokasi.

Cara Meningkatkan Keamanan

Ada beberapa cara profesional TI dalam pendidikan dapat melindungi siswa dari penjahat dunia maya. Untuk siswa yang lebih muda, memiliki kebersihan keamanan yang baik dapat membantu menjaga mereka tetap aman dari serangan cyber. Namun, dapat menemukan penipuan hanya dapat sangat membantu melindungi siswa, itulah sebabnya staf TI harus mempertimbangkan untuk menggunakan perangkat dengan fitur keamanan berbasis perangkat keras atau bahkan mengadopsi sistem manajemen Device as a Service (DaaS).

Isi halaman ini adalah kombinasi terjemahan manusia dan komputer dari konten berbahasa Inggris. Konten ini diberikan hanya untuk kenyamanan Anda serta sebagai informasi umum dan tidak bisa dianggap sebagai lengkap atau akurat. Jika terdapat kontradiksi antara versi bahasa Inggris halaman ini dan terjemahannya, versi bahasa Inggris akan didahulukan. Lihat versi bahasa Inggris halaman ini.